TRUCUK, BOJONEGORO – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait fenomena alam yang mengancam pemukiman, tim gabungan dari Satpol PP Kabupaten Bojonegoro, Babinsa, dan Pemerintah Desa Sranak melakukan pemantauan langsung ke lokasi tanah ambles di wilayah RT 04 dan RT 05, Desa Sranak, Kecamatan Trucuk, pada Selasa (21/04/2026).
Kondisi geografis di sepanjang bantaran Kali Kening dilaporkan mengalami penurunan permukaan tanah yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil pantauan lapangan, fenomena tanah ambles ini terjadi sepanjang kurang lebih 300 meter dengan kedalaman penurunan bervariasi antara 20 cm hingga 100 cm. Selain penurunan permukaan, ditemukan retakan tanah dengan lebar mencapai 10 cm hingga 30 cm yang mengancam stabilitas bangunan di sekitarnya.
Menurut keterangan dari perangkat desa dan warga setempat, gejala ini sebenarnya sudah dirasakan sejak dua bulan terakhir. Tanah mulai menunjukkan retakan kecil dan mengalami penurunan secara perlahan, berkisar 1 cm hingga 2 cm setiap harinya, hingga akhirnya mencapai puncaknya pada hari ini.
Kejadian ini berdampak langsung pada hunian warga yang berada di area terdampak. Sedikitnya terdapat dua rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah sehingga harus segera dikosongkan demi keamanan:
Bapak Warsito (66): Mengalami kerusakan pada ruang tengah, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi. Penurunan tanah sedalam 40-50 cm menyebabkan tiang penyangga bangunan menggantung, sehingga bangunan tidak lagi stabil.
Bapak Mujiono (55): Bangunan kamar mandi yang terpisah dari rumah utama terdampak penurunan tanah sedalam 30-40 cm.
Bapak Tono (42): Lahan bersertifikat (SHM) di belakang rumahnya mengalami penurunan paling dalam, yakni mencapai kurang lebih 1 meter.
Personel Satpol PP bersama perangkat desa dan Linmas telah mengimbau warga terdampak untuk segera memindahkan barang-barang berharga dan mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya penurunan tanah susulan yang berpotensi merobohkan bangunan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti fenomena tanah ambles ini masih dalam proses observasi lebih lanjut oleh pihak terkait. Laporan resmi telah diteruskan kepada Bupati Bojonegoro, Wakil Bupati, dan Sekda Bojonegoro sebagai dasar pengambilan langkah kebijakan mitigasi bencana selanjutnya.(AKT)